Desa Bina Karya Baru

Kec. Putra Rumbia, Kab. Lampung Tengah
Prov. Lampung

Loading

Desa Bina Karya Baru

Perayaan

Hari Bumi

  • Hari
  • Jam
  • Menit
  • Detik
Info
Selamat datang di Website Resmi Desa Bina Karya Baru Kecamatan Putra Rumbia Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung

Berita Desa

Komentar Terbaru

Tujuan ini menargetkan pada tahun 2030 kemiskinan di desa mencapai 0 persen. Artinya, pada tahun 2030, tidak boleh ada penduduk miskin di desa. Untuk mencapai target tersebut, tentu banyak kebijakan yang harus diambil dan dilaksanakan bersama-sama, dalam rangka pencapaian tujuan Desa tanpa kemiskinan, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pemerintah desa, seperti, meningkatkan pendapatan penduduk miskin, menjamin akses terhadap pelayanan dasar serta melindungi seluruh masyarakat dari segala bentuk bencana.

Saat ini, kemiskinan masih menjadi problem semua negara di dunia. Karena itulah, agenda utama SDGs adalah menghapuskan kemiskinan di dunia pada tahun 2030. Dalam Outcome Document Transforming Our World: The 2030 Agenda For Sustainable Development, disebutkan tujuan utama pembangunan adalah mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun (end poverty in all its forms everywhere). 

Dalam RPJPN 2005-2025, masalah kemiskinan dilihat dalam kerangka multidimensi, karenanya kemiskinan bukan hanya terkait ukuran pendapatan, melainkan menyangkut beberapa hal, antara lain: (i) kerentanan dan kerawanan orang atau masyarakat untuk menjadi miskin; (ii) menyangkut ada/tidak adanya pemenuhan hak dasar warga dan ada/tidak adanya perbedaan perlakuan seseorang atau kelompok masyarakat dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.

Untuk mengukur kemiskinan, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.

Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2020 mencapai 26,42 juta orang. Dibandingkan dengan Maret 2019, jumlah penduduk miskin Indonesia meningkat sebanyak 1,28 juta orang. Persentase penduduk miskin pada Maret 2020 tercatat sebesar 9,78 persen, meningkat 0,37 persen dari Maret 2019. Sedangkan berdasarkan daerah tempat tinggal, persentase tingkat kemiskinan di desa pada Maret 2020 sebesar 12,82 persen, turun 0,03 persen dari bulan Maret 2019 yang mencapai 12,85 persen, sedangkan tingkat kemiskinan di wilayah kota malah naik 0,69 persen, dari 6,69 persen menjadi 7,38 persen.

Tabel 1. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin menurut Daerah, Maret 2019–Maret 2020

Daerah/Tahun Jumlah Penduduk Miskin (juta orang) Persentase Penduduk Miskin
Perkotaan    
Maret 2019 9,99 6,69
Maret 2020 11,16 7,38
Perdesaan    
Maret 2019 15,15 12,85
Maret 2020 15,26 12,82
Total    
Maret 2019 25,14 9,41
Maret 2020 26,42 9,78

Sumber: BPS, 2020

Disagregasi menurut daerah tempat tinggal menunjukkan bahwa penduduk perkotaan juga memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan yang lebih besar dibandingkan penduduk di perdesaan. Akan tetapi, pangsa pengeluaran pangannya lebih kecil. Rata-rata setiap penduduk di perdesaan menghabiskan 913.649 rupiah dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan, yaitu makanan (Rp 508.685) dan bukan makanan (Rp 404.964). Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya digunakan membeli komoditas makanan. Di sisi lain, penduduk perkotaan menghabiskan lebih dari satu juta rupiah setiap bulannya (Rp 1.436.282 /kapita/bulan). Dari jumlah tersebut, hanya 45,97 persen yang digunakan untuk membeli komoditas makanan.

Tabel 2. Pangsa Pengeluaran Pangan menurut Daerah Tempat Tinggal, September 2019

Kota dan Desa 49,21
Desa 55,68
Kota 45,97

Sumber: BPS, 2019

Dalam rangka mencapai target 0 persen kemiskinan di desa pada tahun 2030, ada beberapa sasaran yang harus dicapai di desa. Diantaranya, sebanyak 100 persen masyarakat desa memiliki kartu jaminan kesehatan; penyandang difabilitas miskin dan perempuan kepala keluarga (PEKKA) 100 persen menerima bantuan pemenuhan kebutuhan dasar; cakupan layanan kesehatan, persalinan dan imunisasi, pemakaian kontrasepsi, akses air minum dan sanitasi baik 40 persen penduduk berpenghasilan terendah; akses dan layanan pendidikan; hunian yang layak untuk penduduk berpendapatan rendah; serta terpenuhinya kebutuhan dasar lainnya.

Beri Komentar

CAPTCHA Image

Desa

819

LAKI-LAKI

LAKI-LAKI819penduduk

732

PEREMPUAN

PEREMPUAN732penduduk

1.551

TOTAL

TOTAL1.551penduduk

Layanan
Mandiri

Hubungi Pemerintah untuk mendapatkan PIN

Pemerintah

Kepala Kampung

BUDI ATMOKO

Sekretaris Kampung

MUHAMMAD NASRUDIN, S.Pd

Tidak Ada di Kantor

Operator Smart Village

AHMAD CAHYONO, S.Pd

Tidak Ada di Kantor

Kaur Keuangan

MOHAMMAD KHOLIK, S.Pd

Tidak Ada di Kantor

Kasi Kesejahteraan

SYAWA ZULKARNAIN

Tidak Ada di Kantor

Kaur Umum dan Perencanaan

TRISETIA NINGRUM

Tidak Ada di Kantor

Kasi Pemerintahan

RIA NUR FITRIANA, S.H

Tidak Ada di Kantor

Operator Umum

ROJIKIN

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun IV

EDI SISWANTO

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun I

MISNO

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun II

SUYANTO

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun III

SUTAWAR

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun V

SUMALIK

Tidak Ada di Kantor

Operator Sipades

PUTRIAINUN ROMAH

Tidak Ada di Kantor

Ketua BPK

WARIS, S.Pd.I

Tidak Ada di Kantor

Wakil Ketua BPK

SUWIKNYO

Tidak Ada di Kantor

Ketua LPMK

TUMIJAN

Tidak Ada di Kantor

Operator Siskudes

KELVIN SAPUTRA

Tidak Ada di Kantor

Anggota BPK

JEFRI IRAWAN

Tidak Ada di Kantor

Anggota BPK

RADEN

Tidak Ada di Kantor

Kepala Dusun VI

MOHAMMAD SAFI'I

Tidak Ada di Kantor

Sekertaris BPK

DIKAVIA SELVIANA

Tidak Ada di Kantor

PERKEMBANGAN PENDUDUK

Bulan Ini

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

0

Orang

Pindah

0

Orang

Bulan Lalu

Kelahiran

0

Orang

Kematian

0

Orang

Masuk

0

Orang

Pindah

0

Orang

LAYANAN SURAT PENGANTAR

Hari Ini

0

Surat

Kemarin

0

Surat

Minggu Ini

0

Surat

Bulan Ini

0

Surat

Bulan Lalu

0

Surat

Tahun Ini

0

Surat

Tahun Lalu

0

Surat

Total

1

Surat

Agenda

Terdahulu

AGENDA RUTIN APEL PAGI KAMPUNG BINA KARYA BARU

Tgl : 31 Mei 2024 10:23:22
Tempat :
Koordinator :

Terdahulu

Rapat Lagi

Tgl : 31 Mei 2024 10:36:28
Tempat :
Koordinator :

Terdahulu

Rapat Lagi

Tgl : 31 Mei 2024 10:36:28
Tempat :
Koordinator :
Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 331
Kemarin : 32
Total Pengunjung : 85.877
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.37
Browser : Mozilla 5.0
Agenda

Terdahulu

AGENDA RUTIN APEL PAGI KAMPUNG BINA KARYA BARU

Tgl : 31 Mei 2024 10:23:22
Tempat :
Koordinator :

Terdahulu

Rapat Lagi

Tgl : 31 Mei 2024 10:36:28
Tempat :
Koordinator :

Terdahulu

Rapat Lagi

Tgl : 31 Mei 2024 10:36:28
Tempat :
Koordinator :
Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini : 331
Kemarin : 32
Total Pengunjung : 85.877
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.37
Browser : Mozilla 5.0
Pemerintah

BUDI ATMOKO

Kepala Kampung

MUHAMMAD NASRUDIN, S.Pd

Sekretaris Kampung
Tidak Ada di Kantor

AHMAD CAHYONO, S.Pd

Operator Smart Village
Tidak Ada di Kantor

MOHAMMAD KHOLIK, S.Pd

Kaur Keuangan
Tidak Ada di Kantor

SYAWA ZULKARNAIN

Kasi Kesejahteraan
Tidak Ada di Kantor

TRISETIA NINGRUM

Kaur Umum dan Perencanaan
Tidak Ada di Kantor

RIA NUR FITRIANA, S.H

Kasi Pemerintahan
Tidak Ada di Kantor

ROJIKIN

Operator Umum
Tidak Ada di Kantor

EDI SISWANTO

Kepala Dusun IV
Tidak Ada di Kantor

MISNO

Kepala Dusun I
Tidak Ada di Kantor

SUYANTO

Kepala Dusun II
Tidak Ada di Kantor

SUTAWAR

Kepala Dusun III
Tidak Ada di Kantor

SUMALIK

Kepala Dusun V
Tidak Ada di Kantor

PUTRIAINUN ROMAH

Operator Sipades
Tidak Ada di Kantor

WARIS, S.Pd.I

Ketua BPK
Tidak Ada di Kantor

SUWIKNYO

Wakil Ketua BPK
Tidak Ada di Kantor

TUMIJAN

Ketua LPMK
Tidak Ada di Kantor

KELVIN SAPUTRA

Operator Siskudes
Tidak Ada di Kantor

JEFRI IRAWAN

Anggota BPK
Tidak Ada di Kantor

RADEN

Anggota BPK
Tidak Ada di Kantor

MOHAMMAD SAFI'I

Kepala Dusun VI
Tidak Ada di Kantor

DIKAVIA SELVIANA

Sekertaris BPK
Tidak Ada di Kantor